🌩️ Cerita Kabayan Dan Nyi Iteung
Salahsatunya dengan menghadirkan karakter yang berasal dari cerita rakyat asal Jawa Barat Kabayan dan Nyi iteung. BACA JUGA - Keadaan Genting, NASA Deteksi Asteroid Besar Sedang Melesat Menuju Bumi mengingat cerita rakyat yang menjadi akar budaya Indonesia mungkin sudah jarang diminati oleh anak-anak jaman sekarang," ujar Produser
Dalamcerita ini, dikisahkan Kabayan begitu terinspirasi oleh sosok Ambu dan Nyi Iteung istrinya. Rieke yang memakai pakaian hitam serta rok hitam motif kotak-kotak sempat berdialog dan bersenda
AnswerKabayan. His wife was half laughing at the answer. He rushed into the garden about to take a jackfruit. "Huhhhh lazy man.". After a few months later, his wife had twins who named upin and ipin. But the stranged habits of the Kabayan who likes sleeping. One day, nyi iteung was cooking rice and side dishes.
Teuaya sanes anu janten cukang lantaran, ku tepungna tantung, pacangreudna deudeuh, patalina asih, tug dugika jatukramina laki rabi tuang putra Nyi Iteung ka pun anak Kabayan anu kalayan takdir Ilahi parantos waluya bagja rahayu anu dituju, tinekanan diwalimahan dina dinten ieu Senin, 1 Juli 2010.
Dongengsunda si kabayan - Dalam artikel ini saya akan merangkum beberapa cerita kumpulan dongeng si kabayan beserta juga dengan jeung nyi iteung nya. Hmm.. Kira-kira ada sekitar 10 judul cerita yang sudah dikumpulkan, ini agar memudahkan kamu dalam mencari beberapa referensi judul cerita yang di inginkan nantinya. Struktur cerita Si Kabayan
Beb, lapar yeuh," keluh Kabayan memprotes istrinya yang ia panggil 'Beb'. "Sebentar atuh, Kang," kata Nyi Iteung. "Kagok dua episode lagi." "Wah. Keburu kiamat atuh, Beb," Kabayan memberengut, sedikit dongkol. "Masak mie, terus minta nasi ke Ambu coba," ujar Iteung tanpa memalingkan wajahnya yang lurus tertuju ke layar.
siksand (kata sandang utk sesuatu atau seseorang yg telah tentu): ari dipariksa geuning si lauk téh bet euweuh, ketika diperiksa ternyata ikannya tdk ada. si ksand si. si éta, si dia. si ksand si: Si Hamid, Si Hamid. si kasebelan, (dikatakan kpd org yg menyebalkan). si borokokok, (kata yg sering diucapkan oleh bapak Nyi Iteung kpd Si Kabayan
Iabelajar dalam perjalanan, karena masa kecilnya tidak tersentuh dengan cerita tentang tanah surga, romeo n juliet ataupun kabayan jeung nyi iteung. mereka emang soulmate yang tak mungkin terpisahkan hanya maut yang ini begitu beda, mungkin popeye olive cuma namanya saja. tapi akhirnya juga cinta yang tak berujung
dengancerita dongeng atau legenda yang berbau mitos, seperti di Jawa Barat ada ceritera Sangkuriang dengan ibunya Dayang Sumbi atau ceritera si Kabayan dengan Nyi Iteung. Di daerah Sumatra terkenal dengan veritera Malin Kundang anak yang durhaka.7 Kisah dalam al-Qur'an merupakan peristiwa- peristiwa yang benar- benar
. Hampir semua masyarakat Indonesia sudah tahu tentang dongeng si kabayan. Cerita rakyat si kabayan memang sangat populer, bahkan banyak cerita rakyat si kabayan diangkat menjadi Film layar lebar. Sebagian besar orang yang pernah mendengar dongeng sunda si kabayan menyukai cerita rakyat dari Jawa Barat ini. Apalagi film layar lebarnya diperankan oleh seorang legenda seni peran Indonesia yaitu almarhum Didi Petet. Dongeng Kabayan yang Kakak ceritakan pada kesempatan ini, Kakak ambil dari kumpulan dongeng si kabayan yang banyak sekali jumlahnya. Koleksi yang Kakak miliki sebagian dongeng si kabayan basa sunda dan sebagian lagi dongeng si kabayan bahasa indonesia. Tentunya kalian sudah tidak sabar mengikuti kisah si kabayan yang pintar, lugu tetapi pemalas. Ini dia kisah lengkapnya Tersebutlah seorang lelaki di tanah Pasundan pada masa lampau. Si Kabayan namanya. Ia lelaki yang pemalas namun memiliki banyak akal. Banyak akal pula dirinya meski akalnya itu kerap digunakannya untuk mendukung kemalasannya. Si Kabayan telah beristri. Nyi Iteung nama istrinya. Pada suatu hari Si Kabayan disuruh mertuanya untuk mengambil siput-siput sawah. Si Kabayan melakukannya dengan malas-malasan. Setibanya di sawah, ia tidak segera mengambil siput-siput sawah yang banyak terdapat di sawah itu, melainkan hanya duduk-duduk di pematang sawah. Lama ditunggu tidak kembali, mertua Si Kabayan pun menyusul ke sawah. Terperanjatlah ia mendapati Si Kabayan hanya duduk di pematang sawah. “Kabayan! Apa yang engkau lakukan? Mengapa engkau tidak segera turun ke sawah dan mengambil tutut-tutut Siput itu?” “Abah-abah Bapak, aku takut turun ke sawah karena sawah ini sangat dalam. Lihatlah, Bah, begitu dalamnya sawah ini hingga langit pun terlihat di dalamnya,” jawab Si Kabayan. Mertua Si Kabayan menjadi geram. Didorongnya tubuh Si Kabayan hingga menantunya itu terjatuh ke sawah. Si Kabayan hanya tersenyum-senyum sendiri seolah tidak bersalah. “Ternyata sawah ini dangkal ya, Bah?” katanya dengan senyum menyebalkannya. Ia pun lantas mengambil siput-siput sawah yang banyak terdapat di sawah itu. Pada hari yang lain mertua Si Kabayan menyuruh Si Kabayan untuk memetik buah nangka yang telah matang. Pohon nangka itu tumbuh di pinggir sungai dan batangnya menjorok di atas sungai. Si Kabayan sesungguhnya malas untuk melakukannya. Hanya setelah mertuanya terlihat marah, Si Kabayan akhirnya menurut. Ia memanjat batang pohon. Dipetiknya satu buah nangka yang telah masak. Sayang, buah nangka itu terjatuh ke sungai. Si Kabayan tidak buru-buru turun ke sungai untuk mengambil buah nangka yang terjatuh. Dibiarkannya buah nangka itu hanyut. Mertua Si Kabayan terheran-heran melihat Si Kabayan pulang tanpa membawa buah nangka. “Apa yang terjadi?” tanyanya dengan raut wajah jengkel. “Mana buah nangka yang kuperintahkan untuk dipetik?” Dengan wajah polos seolah tanpa berdosa, Si Kabayan menukas, “Lho? Bukankah buah nangka itu tadi telah kuminta untuk berjalan duluan? Apakah buah nangka itu belum juga tiba?” “Bagaimana maksudmu, Kabayan?” “Waktu kupetik, buah nangka itu jatuh ke sungai. Rupanya ia ingin berjalan sendirian. Maka, kubiarkan ia berjalan dan kusebutkan agar ia lekas pulang ke rumah. Kuperingatkan pula agar ia segera membelok ke rumah ini. Dasar nangka tua tak tahu diri, tidak menuruti perintahku pula!” “Ah, itu hanya alasanmu yang mengada-ada saja, Kabayan!” mertua Si Kabayan bersungut-sungut. “Bilang saja kalau kamu itu malas membawa nangka itu ke rumah!” Si Kabayan hanya tertawa-tawa meski dimarahi mertuanya. Pada waktu yang lain mertua Si Kabayan mengajak menantunya yang malas lagi bodoh itu untuk memetik kacang koro di kebun. Mereka membawa karung untuk tempat kacang koro yang mereka petik. Baru beberapa buah kacang koro yang dipetiknya, Si Kabayan telah malas untuk melanjutkannya. Si Kabayan mengantuk. Ia pun lantas tidur di dalam karung. Ketika azan Dhuhur terdengar, mertua Si Kabayan menyelesaikan pekerjaannya. Ia sangat keheranan karena tidak mendapati Si Kabayan bersamanya. “Dasar pemalas!” gerutunya. “Ia tentu telah pulang duluan karena malas membawa karung berisi kacang koro yang berat!” Mertua Si Kabayan terpaksa menggotong karung berisi Si Kabayan itu kembali ke rumah. Betapa terperanjatnya ia saat mengetahui isi karung yang dipanggulnya itu bukan kacang koro, melainkan Si Kabayan! “Karung ini bukan untuk manusia tapi untuk kacang koro!” omel mertua Si Kabayan setelah mengetahui Si Kabayan lah yang dipanggulnya hingga tiba di rumah. Keesokan harinya mertua Si Kabayan kembali mengajak menantunya itu untuk ke kebun lagi guna memetik kacang-kacang koro. Mertua Si Kabayan masih jengkel dengan kejadian kemarin. Ia ingin membalas dendam pada Si Kabayan. Ketika Si Kabayan sedang memetik kacang koro, dengan diam-diam mertua Si Kabayan masuk ke dalam karung dan tidur. Ia ingin Si Kabayan memanggulnya pulang seperti yang diperbuatnya kemarin. Dongeng Si Kabayan Cerita Rakyat Sunda Jawa Barat Adzan Dhuhur terdengar dari surau di kejauhan. Si Kabayan menghentikan pekerjaannya. Dilihatnya mertuanya tidak bersamanya. Ketika ia melihat ke dalam karung, ia melihat mertuanya itu tengah tertidur. Tanpa banyak bicara, Si Kabayan lantas mengikat karung itu dan menyeretnya. Terperanjatlah mertua Si Kabayan mendapati dirinya diseret Si Kabayan. Ia pun berteriak-teriak dari dalam karung, “Kabayan! Ini Abah! Jangan engkau seret Abah seperti ini!” Namun, Si Kabayan tetap saja menyeret karung berisi mertuanya itu hingga tiba di rumah. Katanya seraya menyeret, “Karung ini untuk tempat kacang koro, bukan untuk manusia.” Karena kejadian itu mertua Si Kabayan sangat marah kepada Si Kabayan. Ia mendiamkan Si Kabayan. Tidak mau mengajaknya berbicara dan bahkan melengoskan wajah jika Si Kabayan menyapa atau mengajaknya bicara. Ia terlihat sangat benci dengan menantunya yang malas lagi banyak alasan itu. Si Kabayan menyadari kebencian mertuanya itu kepadanya. Bagaimanapun juga ia merasa tidak enak diperlakukan seperti itu. Ia lantas mencari cara agar mertuanya tidak lagi membenci dirinya. Ditemukannya cara itu. Ia pun bertanya pada istrinya perihal nama asli mertuanya. “Mengetahui nama asli mertua itu pantangan, Akang!” kata Nyi Iteung memperingatkan. “Bukankah Akang sudah tahu masalah ini?” Si Kabayan berusaha membujuk. Disebutkannya jika ia hendak mendoakan mertuanya itu agar panjang umur, selalu sehat, murah rejeki, dan jauh dari segala mara bahaya. “Jika aku tidak mengetahui nama Abah, bagaimana nanti jika doaku tidak tertuju kepada Abah dan malah tertuju kepada orang lain?” Nyi Iteung akhirnya bersedia memberitahu jika suaminya itu berjanji untuk tidak menyebarkan rahasia itu. katanya, “Nama Abah yang asli itu Ki Nolednad. Ingat, jangan sekali-kali engkau sebutkan nama Abah itu kepada siapa pun!” Setelah mengetahui nama ash mertuanya, Si Kabayan lantas mencari air enau yang masih mengental. Diambilnya pula kapuk dalam jumlah yang banyak. Si Kabayan menuju lubuk, tempat mertuanya itu biasa mandi. Ia lantas membasahi seluruh tubuhnya dengan air enau yang kental dan menempelkan kapuk di sekujur tubuhnya. Si Kabayan kemudian memanjat pohon dan duduk di dahan pohon seraya menunggu kedatangan mertuanya yang akan mandi. Ketika mertuanya sedang asyik mandi, Si Kabayan lantas berseru dengan suara yang dibuatnya terdengar lebih berat, “Nolednad! Nolednad!” Mertua Si Kabayan sangat terperanjat mendengar namanya dipanggil. Seketika ia menatap arah sumber suara pemanggilnya, kian terperanjatlah ia ketika melihat ada makhluk putih yang sangat menyeramkan pada pandangannya. “Si siapa engk … engkau itu?” tanyanya terbata-bata. “Nolednad, aku ini Kakek penunggu lubuk ini.” kata Si Kabayan. “Aku peringatkan kepadamu Nolednad, hendaklah engkau menyayangi Kabayan karena ia cucu kesayanganku. Jangan berani-berani engkau menyia-nyiakannya. Urus dia baik-baik. Urus sandang dan pangannya. Jika engkau tidak melakukan pesanku ini, niscaya engkau tidak akan selamat!” Mertua Si Kabayan sangat takut mendengar ucapan Kakek penunggu lubuk’ pun berjanji untuk melaksanakan pesan Kakek penunggu lubuk’ itu. Sejak saat itu mertua Si Kabayan tidak lagi membenci Si Kabayan. Disayanginya menantunya itu. Dicukupinya kebutuhan sandang dan pangan Si Kabayan. Bahkan, dibuatkannya pula rumah, meski kecil, untuk tempat tinggal menantunya tersebut. Setelah mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari mertuanya, Si Kabayan juga sadar akan sikap buruknya selama itu. Ia pun mengubah sikap dan perilakunya. Ia tidak lagi malas-malasan untuk bekerja. Ia pun bekerja sebagai buruh. Kehidupannya bersama istrinya membaik yang membuat istrinya itu bertambah sayang kepadanya. Si Kabayan juga bertambah sayang kepada Nyi Iteung seperti sayangnya kepada mertuanya yang tetap baik perlakuan terhadapnya. Mertuanya tetap menyangka Si Kabayan sebagai cucu Kakek penunggu lubuk’. Ki Nolednad sangat takut untuk memusuhi atau menyia-nyiakan Si Kabayan karena takut tidak akan selamat dalam hidupnya seperti yang telah dipesankan Kakek penunggu lubuk’! Pesan moral dari Kumpulan Dongeng Si Kabayan – Cerita Rakyat Sunda Jawa Barat adalah kemalasan hanya akan merugikan diri sendiri. Oleh karena itu hendaklah kita menghindari sikap bermalas-malasan karena hanya akan mendatangkan kerugian di kemudian hari.
Masih ingat dengan tokoh Kabayan? Karakter fiktif berlatar belakang budaya Sunda ini seolah sudah menjadi tokoh melekat dengan remaja generasi 90an. Karakter Kabayan sendiri digambarkan sebagai sosok laki-laki lucu, polos, gayanya unik, namun juga cerdas dan banyak itu, Kabayan pun sangat memegang adat budaya Sunda, soleh dan merupakan cerminan masyarakat Sunda yang lembut, ramah dan murah senyum. Film Kabayan dengan beberapa versi dan judul yang pernah tayang di era 90-2000an memang selalu menghadirkan kisah-kisahnya yang dalam kisah Kabayan, tentu saja ada karakter Nyi Iteung yang merupakan pujaan hati yang sangat setia. Dalam beberapa judulnya, karakter Nyi Iteung diperankan oleh beberapa artis ternama tanah ingat gak siapa saja artis menawan tanah air yang sempat berperan sebagai kekasih Kabayan tersebut? Kalau kamu agak lupa, coba cek di daftar berikut Lenny Marlina adalah artis senior yang pertama kali memerankan karakter Nyi Iteung. Saat itu, yang menjadi tokoh Kabayannya masih Kang Ibing yang terkenal dengan logat dan budaya sundanya yang Si Kabayan’, mengisahkan tentang kisah asmara Kabayan dan Nyi Iteung yang romantis dan penuh dengan lika-liku. Berulang kali Kabayan datang melamar, berulang kali penolakan datang dari abahnya Nyi banyak penolakan, pada akhirnya Kabayan dan Nyi Iteung menikah. Namun, karena Kabayan tidak memiliki pekerjaan tetap, Nyi Iteung pergi ke kota. Di kota, drama penculikan dan pemerasan membuat cerita Si Kabayan’ menjadi semakin seru untuk Paramitha Dalam film Kabayan yang berjudul Si Kabayan Saba Kota’, tokoh Nyi Iteung diperankan oleh artis cantik multitalenta Paramitha Rusady. Berpasangan dengan aktor kawakan Didi Petet yang berperan sebagai Kabayan, film Kabayan berhasil menjadi film favorit yang diidolakan masyarakat dalam film ini, Kabayan berpetualang di kota karena terpengaruh seorang teman yang menjadi kaya setelah bekerja di kota. Di sana, Kabayan bertemu dengan Saribanon yang diperankan Nurul Arifin yang menaruh hati hubungan Kabayan dan Nyi Iteung sempat renggang, pada akhirnya cinta mereka akan bersatu Desy Desy Ratnasari yang sedang melejit namanya di era 90-an menjadi salah satu artis yang memerankan karakter Nyi Iteung dalam judul Si Kabayan Mencari Jodoh’. Film komedi namun sarat makna yang tayang tahun 1994 ini mengisahkan tentang perjuangan Kabayan untuk mendapatkan cinta Nyi Iteung meski dihalang-halangi oleh bantuan sahabatnya, Kabayan pun merantau ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Setelah menjadi orang kaya, Kabayan pun akhirnya melamar Nyi Iteung di desa. Namun Abah akhirnya sadar dan bisa menerima Kabayan meski tidak menjadi orang kaya Nike Satu angkatan dengan Paramitha Rusady dan Desy Ratnasari, penyanyi bersuara emas Nike Ardilla pun pernah berperan sebagai Nyi Iteung di film Kabayan. Dalam judul Si Kabayan dan Anak Jin’, Nike Ardilla yang berwajah cantik alami sangat pas memerankan sosok Nyi Iteung yang polos, lugu dan Rianti Agak aneh juga sih sosok Nyi Iteung yang merupakan orang desa asli diperankan artis berwajah bule, Rianti Cartwright. Ya, namanya juga Kabayan versi modern, mungkin karakter Nyi Iteung dan Kabayan juga menyesuaikan dengan kemodernan judul Kabayan Jadi Milyuner’, karakter Kabayan sendiri diperankan oleh Jamie Aditya. Film ini mengisahkan tentang Kabayan yang jatuh cinta dengan Iteung yang merupakan anak seorang bos dari perusahaan besar di sendiri berpura-pura berbuat baik kepada Kabayan agar tanah warisan orangtuanya bisa dijual untuk dijadikan bisnis ayahnya. Meski demikian, Kabayan dan Iteung saling jatuh cinta dan hidup siapa nih artis cantik yang paling pas memerankan tokoh Nyi Iteung dalam film Kabayan? IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
* Mulai tidinya, hirup si Kabayan berubah 180’ jauh ti sifat aslina. Si Kabayan jadi sok mabok, penampilanna oge beda, jeung manehna kapikiran omongan si Abah pikeun melet si iteung. Akhirna Kabayan datang ka ema dukun pikeun melet si Abah supaya ngarestuan hubungana jeung Nyi IteungDukun “ Hahahahahaha........ Diuk maneh! Hah, jadi maneh hayang si Abah ngarestuan hubungan maneh jeung si Iteng?”Kabayan “ Nya Nyi... kuring hayang si Abah jadi bager ka kuring jeung narima kuring jadi mantu.”Dukun “ Tenang, maneh teu salah datang kadieu. Naon wae masalah bisa dibereskeun. Hahahaha...., Ngan aya syarat nu kahiji nyaeta maneh kudu mandi kembang 7 rasa. kadua maneh kudu nyiapkeun 2 hulu anak hayam. jeung nu katilu tiap malam minggu maneh kudu nyiapkeun sesajen nu eusina sagelas Luwak Black Kopi, Tory tory chesee crackers, jeung oreo eskrim rasa orange.”Kabayan “ Hah, Jaaarrrukk..”Dukun “Hahahahaha.... Isukan syarat syarana kudu geus dilakonan, jeung hiji deui... syarat nu penting pisan nyaeta.... duit!Kabayan “ siap Nyi...”* Sangges balik ti dukun si kabayan ngalamun bari jeung ngomekeun ceulina, jeung teu lila manehna kasarean. Dina sarena si Kabayan ngimpi paeh. Suasana makin mencekam tiba-tiba muncul dan terdengar suara-suara mistis dan suara malaikat yang bergema didalam kesunyian.Malaikat “Kabayan..... Bangun..... bangun.....Mayat Kabayan “ kabayan bangun dengan dengan muka ketakutan dan bingung Haaaah.... dimana ieu... poeeeek.... eungaaaap, ari kuring nya geus paeh?Malaikat “ Hai,,,Bani Adam .... Marobuka ....Mayat Kabayan “ Haah, dibuka? dibuka nanaonan?”Malaikat “ Siapa Rasul dan apa kitabmu? JAWAB...”Mayat Kabayan “ hah, Rasul? Kitab? duka, duka kuring teu apal, kuring ngan nyaho oge ... .... .....* guyonan dance, jaipong jsb"Malaikat “Terlaknat kau kabayan, Kau sudah jauh dari agamamu! Kau berubah hanya karena cinta! Selama kau hidup kau pergunakan mulutmu untuk membicarakan orang tua, minum alkohol, kakimu kau langkahkan ke tempat haram dengan datang ke dukun, hatimu kotor dengan niat memelet mulutmu akan terkunci, kau tidak akan bisa mengelak dari apa yang telah kau perbuat. Rasaan pembalasan dari apa yang telah kau perbuat.”Mayat Kabayan “ Mbung... Embung... Ampuuuun ampuuun kuring hayang baliiik...”Malaikat “ Hahaha... Setiap perbuatan akan diminta pertanggung jawaban, dan sungguh Allah sangat mencintai umatnya yang selalu taqwa dijalan-Nya, kau rasakan siksa kuburmu... Hahahaha!”Mayat Kabayan “Ampuuuun... ampuuun... iteung... iteung... iteung...!"* Didinya keneh si kabayan hudang tina ngimpina, teu lila nyi iteung datang bari ceurikNyi iteung “ Kang Kabayan... akang... kang kabayan...”Kabayan “ Iteng? Iteung Iteung... iteung kunaha ceurik?”Nyi iteung “ Si Juned kang sijuned nipu iteung.”Abah “ Heueuh.. kabayan si juned nipu, padahal mah si juned geus boga anak pamajikan, Abah era ka maneh kabayan, hampura abah. Ayeunamah ku Abah sorangan direstui jeung si Iteng, asal sifat maneh hade deui.”Kabayan “ Abah bener? heueuh abah, kabayan janji ek ngubah deui sifat kabayan. Tapi Abah Bener?Abah “ heueuh.. kabayan soalna si Iteung kekeuh hayang kamaneh.”Nyi iteung “ Abah bener?”Abah ; “ Heueuh..”Nyi iteung “Abah bener ?”Abah ” Heueuh..”Nyi iteung “ Abah bener?”Abah ”eeuh iteung...”* Teu lila dukun datangDukun “ eiiiiits aya naon ieu? Kabayan mana janjimu?Kabayan ”eeeh... kadieu heula kadieu... Nyi kuring teu jadi melet si Abah, kuring ek tobat”Dukun ” Apa?... tong sok maen maen kabayan, janji angger janji!”Abah “ Janji naon ieu kabayan?”Dukun “ kieu... mun hayang nyaho mah, si kabayan geus boga niat rek melet abahna anu kaseep... hahaha....!"Kabayan “ Abah... hampura kabayan abah, kabayan boga niat ek melet abah, ambeh abah ngarestuan hubungan kabayan jeung nyi iteng, tapi henteu abah ayeuna mah pan kabayan tobat.”Nyi iteung “ Astagfirulloh akaaaang...”Abah “geus.. abah ngarti, ayeuna abah percaya kasorangan kabayan, sorangan geus jujur. Jadi geura tentukeun ek tanggal jeung bulan sabaraha maraneh nikah? tapi tong miheulaan abah nya, abah heula nu nikah..”Kabayan + Nyi iteung “ Hah...Abah ek nikah jeung saha?Dukun “ HAHAHAHAHAHAHAHAHA........."* Akhirna si Kabayan berubah deui sifatna kusabab mimpi paeh. Kabayan, Nyi Iteung, Abah, Dukun nu jadi pamajikan si abah hirup bahagia salawasna..* Tamat *PREV2 of 2PREV
cerita kabayan dan nyi iteung